Kutai Barat – Tim Penyuluh Mabes TNI bersama Perwira Siswa (Pasis) Sesko TNI melaksanakan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kepada masyarakat di Kampung Keay, Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kepala Kampung Keay tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang bahaya Karhutla serta pentingnya upaya pencegahan sejak dini, terutama pada musim kemarau.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Tim Penyuluh Mabes TNI Kolonel Tek Jones Hutajulu, para mentor dan penyuluh, Pasis Sesko TNI Kolonel Laut (P) Retno Wahyudi, S.E., M.Tr.Opsla., Kolonel M. Suarna Hasal, M.Han., Kolonel Inf I Putu Tangkas, S.I.P., Kolonel Mar Mario Steven, M.Tr.Opsla., Camat Damai Iman Setiadi, Danramil 0912-06/Damai Kapten Arm Setiono, Pasi Ops Kodim 0912/Kbr Lettu Arm Oktario Sirait, S.H., Perwakilan Polsek Damai, Manggala Agni, Petinggi Kampung Keay, serta masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Kolonel Tek Jones Hutajulu selaku Ketua Tim Penyuluh Mabes TNI menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya bersama dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pencegahan dan penanganan Karhutla.
Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Oleh karena itu, diperlukan komunikasi dan kerja sama antara pemerintah, aparat serta masyarakat untuk mencari solusi terhadap berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.
“Kami hadir untuk berbagi dan berdiskusi bersama masyarakat mengenai bagaimana cara mencegah dan menangani Karhutla sejak dini. Kami juga ingin mengetahui berbagai kendala di lapangan agar dapat bersama-sama dicarikan solusi,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Pasis Sesko TNI Kolonel Laut (P) Retno Wahyudi turut berperan aktif dalam memberikan penyuluhan dan berdiskusi langsung bersama masyarakat. Kehadiran Pasis Sesko TNI diharapkan dapat memperkuat sinergi antara aparat dan masyarakat dalam menghadapi ancaman Karhutla.
Melalui kegiatan ini, Pasis Sesko TNI mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan bersama-sama mengambil langkah pencegahan sejak dini. Pencegahan Karhutla tidak hanya menjadi tugas aparat dan instansi terkait, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh lapisan masyarakat.
Sementara itu, Camat Damai Iman Setiadi mengatakan bahwa dampak Karhutla sangat luas, tidak hanya terhadap lingkungan tetapi juga kesehatan, proses pendidikan, dan aktivitas perekonomian masyarakat.
Ia berharap seluruh elemen, mulai dari TNI, Polri, Manggala Agni, MPA, BPBD hingga masyarakat dapat terus meningkatkan sinergi dalam upaya pencegahan dan penanganan Karhutla.
“Apabila masyarakat menemukan titik api, segera laporkan kepada pihak terkait agar dapat segera dilakukan penanganan sebelum api semakin membesar,” ungkapnya.
Dalam materi penyuluhan, Tim Mabes TNI bersama Pasis Sesko TNI menyampaikan berbagai hal penting, di antaranya bahaya dan dampak Karhutla terhadap ekosistem dan kesehatan, aturan serta sanksi hukum terkait pembakaran hutan dan lahan, upaya pencegahan sejak dini, serta langkah mitigasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi kebakaran.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama masyarakat. Dalam sesi tersebut, masyarakat diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, pengalaman, serta berbagai kendala yang dihadapi dalam upaya mencegah dan menangani Karhutla di wilayahnya.
Selain memberikan penyuluhan, Tim Mabes TNI bersama Pasis Sesko TNI juga melaksanakan pemberian bantuan sembako kepada masyarakat serta pembagian masker sebagai bentuk kepedulian kepada warga. Pembagian masker tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan, terutama dalam menghadapi potensi dampak asap akibat Karhutla.
Melalui kegiatan penyuluhan ini, diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat. Sinergi antara Tim Mabes TNI, Pasis Sesko TNI, pemerintah daerah, aparat terkait dan masyarakat diharapkan terus terjalin kuat sebagai langkah bersama dalam mencegah dan menanggulangi Karhutla di wilayah Kecamatan Damai dan Kabupaten Kutai Barat.











