KALIORANG – Babinsa Koramil 0909-06/Bengalon, Serka M. Lasman F turut mengikuti kegiatan layanan jemput bola dalam rangka penanganan keluarga berisiko stunting tingkat Kecamatan Kaliorang Kabupaten Kutai Timur.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 12 Agustus 2026, bertempat di Kantor Camat Kaliorang.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 14.30 Wita dan diikuti oleh unsur pemerintah kecamatan, TNI-Polri, tenaga kesehatan, kader PKK, serta kader posyandu dari desa-desa di wilayah Kecamatan Kaliorang.
Hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Kutai Timur, Bapak Yuriansyah, M.Si., Sekretaris Kecamatan Kaliorang Bapak Yoseph Kredok, Kanit Binmas Polsek Kaliorang Aiptu Yudha, Babinsa Koramil 0909-06/Bengalon Serka M. Lasman F, Ibu Ketut selaku tenaga kesehatan dari Puskesmas, serta para kader PKK, tenaga kesehatan dan kader posyandu desa.
Kegiatan layanan jemput bola ini menjadi salah satu bentuk upaya bersama dalam meningkatkan penanganan dan pendampingan terhadap keluarga yang memiliki risiko stunting.
Melalui kegiatan tersebut, pelayanan dan pemantauan dapat dilakukan secara lebih dekat kepada masyarakat sehingga permasalahan yang berkaitan dengan tumbuh kembang anak, kesehatan keluarga, serta pemenuhan kebutuhan gizi dapat diketahui dan ditindaklanjuti.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Kutai Timur. Selanjutnya dilaksanakan doa, sambutan, serta pemaparan materi terkait penanganan keluarga berisiko stunting di wilayah Kecamatan Kaliorang.
Dalam kegiatan tersebut, kehadiran Babinsa merupakan bentuk dukungan TNI melalui aparat kewilayahan terhadap program pemerintah dalam upaya percepatan penurunan angka stunting.
Babinsa juga diharapkan dapat membantu memperkuat koordinasi dan komunikasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader masyarakat, serta keluarga yang membutuhkan pendampingan.
Sinergi lintas sektor dinilai penting dalam penanganan stunting, karena upaya pencegahan dan penanganannya tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan, tetapi juga membutuhkan perhatian terhadap pola asuh, pemenuhan gizi, sanitasi, lingkungan, serta kondisi sosial dan ekonomi keluarga.
Dengan adanya layanan jemput bola tersebut, diharapkan keluarga yang memiliki risiko stunting mendapatkan perhatian dan pendampingan secara tepat, sehingga upaya pencegahan stunting dapat dilakukan sejak dini dan berkelanjutan.
Kegiatan selesai pada pukul 15.10 Wita. Selama pelaksanaan, kegiatan berjalan dengan aman, tertib dan lancar.







