BENGALON – Dalam upaya mencegah dan mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Babinsa Koramil 0909-06/Bengalon bersama personel TNI, TNI AL, Polri, pihak perusahaan, dan relawan melaksanakan patroli gabungan karhutla di wilayah Desa Tepian Langsat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan patroli dimulai pukul 08.00 WITA hingga selesai dengan menyasar sejumlah kawasan yang dinilai rawan terjadi kebakaran, termasuk area perkebunan, wilayah konsesi dan plasma, serta jalur kanal air di sekitar Desa Tepian Langsat.
Patroli gabungan ini merupakan bentuk sinergi lintas instansi dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, sekaligus mengantisipasi dampak yang dapat ditimbulkan terhadap lingkungan, masyarakat, dan aktivitas perkebunan.
Adapun personel yang terlibat dalam kegiatan tersebut terdiri dari satu personel Babinsa Koramil 0909-06/Bengalon, lima personel Yonif 879, satu personel Danpos AL Muara Bengalon, satu personel Polsek Bengalon, pihak manajemen dan Tim Emergency PT Bima Palma Nugraha yang diwakili Maulana Hasanudin, serta relawan karhutla Kecamatan Bengalon.
Sebelum melaksanakan patroli, seluruh personel terlebih dahulu melakukan persiapan dan koordinasi, meliputi pengecekan personel, sarana dan prasarana pemadaman, serta peralatan komunikasi. Selanjutnya, tim membagi sektor dan rute patroli untuk memastikan pemantauan dapat dilakukan secara terarah, khususnya pada wilayah yang berpotensi terjadi kebakaran.
Dalam pelaksanaannya, tim gabungan melakukan penyisiran dan pemantauan langsung terhadap titik-titik rawan karhutla, jalur kanal air, serta areal perkebunan. Personel juga memeriksa kondisi lahan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya titik api maupun aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar.
Selain melakukan pemantauan, petugas turut memberikan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat serta para pekerja kebun agar tidak melakukan pembakaran dalam kegiatan pembersihan maupun pembukaan lahan. Masyarakat diharapkan menggunakan cara yang lebih aman dan tidak merusak lingkungan, serta segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda kebakaran.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tim gabungan menemukan adanya titik api yang sulit dijangkau menggunakan unit pemadam kebakaran karhutla karena tidak tersedia akses jalan menuju lokasi tersebut. Kondisi ini menjadi kendala dalam upaya penanganan dan pemadaman, sehingga diperlukan langkah koordinasi serta penanganan lebih lanjut dengan mempertimbangkan kondisi medan dan sarana yang tersedia.
Melalui patroli gabungan ini, diharapkan kesiapsiagaan seluruh unsur terkait dalam menghadapi ancaman karhutla semakin meningkat. Kehadiran personel di lapangan juga menjadi langkah penting untuk mendorong kesadaran masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Selama kegiatan patroli berlangsung, situasi terpantau aman dan terkendali. Sinergi antara TNI, Polri, TNI AL, pihak perusahaan, dan relawan diharapkan terus terjalin guna mendukung upaya pencegahan serta penanggulangan karhutla di wilayah Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur.





