MEDIA CENTER 0902/BRU – Tim Penyuluh Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari Markas Besar (Mabes) TNI melaksanakan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan di Koramil 0902-03/Pulau Derawan, Kodim 0902/Berau, Jumat (11/9/2026). Kegiatan ini menyasar masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil sebagai upaya memperkuat kesadaran kolektif dalam mencegah titik api, khususnya di wilayah Kecamatan Pulau Derawan yang masuk dalam daftar daerah rawan karhutla di Kabupaten Berau.
Dalam penyuluhan tersebut, Tim Mabes TNI menekankan bahwa pencegahan harus menjadi langkah utama, bukan penanganan setelah kebakaran terjadi. Masyarakat diimbau untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, terlebih pada kondisi cuaca panas dan kering yang dapat mempercepat api menjalar, terutama pada lahan gambut dan semak belukar. Pesan ini disampaikan secara interaktif dengan pendekatan persuasif kepada warga, nelayan, dan pelaku usaha di wilayah binaan Koramil 0902-03.
Kegiatan di Koramil 0902-03/Pulau Derawan menjadi bagian dari rangkaian penyuluhan Karhutla Mabes TNI yang pada hari yang sama juga digelar di sejumlah wilayah lain, seperti Jawai, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Langkah ini memperkuat sinergi lintas sektor antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadapi potensi karhutla yang meningkat pada musim kemarau.
Danramil 0902-03/Pulau Derawan, Kapten Arm Rustan Attas, yang turut mendampingi kegiatan, menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim Mabes TNI. Menurutnya, penyuluhan langsung di tingkat desa dan pulau sangat penting karena masyarakat adalah garda terdepan dalam mendeteksi potensi kebakaran lebih awal. Ia juga mengingatkan seluruh warga agar segera melaporkan kepada aparat atau instansi terkait apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran.
Kegiatan ini diakhiri dengan dialog interaktif antara tim penyuluh dan peserta, serta penekanan kembali komitmen bersama untuk menjaga lingkungan tetap aman dari ancaman karhutla demi keselamatan dan kesehatan seluruh masyarakat.



