DANDIM 0902 BERAU HADIRI RAPAT KOORDINASI DARURAT PENANGANAN KARHUTLA KABUPATEN BERAU TAHUN 22026

MEDIA CENTER 0902/BRU – Menindaklanjuti lonjakan titik api yang signifikan di hampir seluruh kecamatan, Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar rapat koordinasi darurat pada hari Rabu, 19 Agustus 2026.

Rapat ini dihadiri oleh Komandan Kodim 0902/Berau, Letkol Inf Muh. Faisal Idris, S.I.P., bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Berau. Rapat digelar untuk membagi peta kekuatan dan menyusun strategi percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kian mengkhawatirkan.

Kepala Disdamkarmat Berau, Rakhmadi Pasarakan, secara terbuka mengakui adanya keterbatasan personel dan armada pemadam milik pemerintah. Oleh karena itu, rapat koordinasi menekankan pentingnya keterlibatan aktif seluruh pihak, terutama sektor swasta. “Sebagian besar titik karhutla berada di dalam wilayah konsesi, baik pertambangan maupun perkebunan. Perusahaan harus bertanggung jawab penuh mendatangi dan memadamkan titik api di wilayah mereka sendiri,” tegas Rakhmadi.

Dandim 0902/Berau, Letkol Inf Muh. Faisal Idris, menyampaikan bahwa kesiapsiagaan penuh personel dan kelayakan sarana prasarana merupakan kunci utama. “Melalui peninjauan dan koordinasi terpadu ini, kita dapat memperkuat upaya pencegahan, penanganan cepat, dan deteksi dini guna meminimalkan risiko meluasnya kebakaran yang dapat berdampak buruk bagi lingkungan serta masyarakat,” tegas Dandim.

Rapat koordinasi ini merupakan tindak lanjut dari peninjauan lapangan yang dilakukan Forkopimda pada hari sebelumnya, Selasa (18/8/2026), di titik kebakaran Km 9 Kampung Labanan, Kecamatan Teluk Bayur. Selain memperkuat koordinasi, Pemerintah Kabupaten Berau juga menyiapkan ikhtiar spiritual dengan menggelar salat Istisqa pada Rabu malam untuk memohon hujan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Kodim 0902/Berau dalam mendukung penanggulangan bencana Karhutla, sejalan dengan apel kesiapsiagaan yang telah digelar sebelumnya pada 11 Agustus 2026.