BERAU,Kodim0902,korem091tniad.com – Bertempat di Ruang Rapat Sangalaki Kantor Bupati Berau Jl. Apt Pranoto Kec. Tanjung Redeb Kab. Berau, Seluruh Babinsa jajaran Kodim 0902/Berau dipimpin oleh Peltu Edi Kurniawanto, mengikuti Rapat Koordinasi Evaluasi Pengendalian Terkait Penertiban Penggunaan dan Pemakaian BBM, Kamis (16/05/2024).
Rakor ini membahas terkait permasalahan BBM yang ada di Kabupaten Berau, yang dimana Pengetap dan pertamini menjadi poin utama karena itu tidak sesuai dengan peraturan yang telah berlaku, dan akan dilaksanakan sosialisasi secara humanisà sehingganya konflik di tengah masyarakat bisa ditekan.
Adapun hasil diskusi yang diperoleh yaitu Pertama, Penegakan aturan harus di lakukan namun harus secara humanis, karena jika mengikuti secara aturan maka banyak masyarakat yang akan terkena pelanggaran hukum. Jika berdasarkan aturan baru yang dimana menggunakan barcode harusnya tidak ada antrian namun kenyataannya tidak seperti itu, dan saran saya untuk antisipasi itu adalah memperpanjang jam operasional SPBU sampai malam; Kedua, Untuk operator di Spbu perlu di berikan arahan untuk tidak melayani pengetap, jika tidak akan diberikan teguran; Ketiga, Akses SPBU di Segah masih susah, dan banyak yang mengantri adalah pengetap, sehingganya dari Koramil mau tidak mau beli di eceran; Keempat, Untuk penegakan aturan perlu ada ketegasan, jangan sampai memberikan kompensasi karena dari awal pertamini itu sudah illegal, belum lagi mereka berjualan tidak sesuai regulasi karena berjualan di daerah kawasan pemukiman yang beresiko kebakaran. Dan jika memang mereka menginginkan berjualan maka kita akan bantu dan harus sesuai regulasi yang telah berlaku. Agar kejadian kebakaran pengetap tidak terulang kembali. Solusi terbaik adalah memperpanjang jam operasional SPBU; Kelima, Pelaksanaan Sidak dilaksanakan tidak secara serentak dan fokus utama adalah 4 kecamatan terdekat; dan Keenam, Sosialisasi dilakukan kepada SPBU dulu baru ke masyarakat bersama dengan pertamina.
Selesai kegiatan Peltu Edi Kurniawanto, menyampaikan kepada awak Pendim 0902/Berau, sudah sepatutnya kita memberikan dukungan terhadap kebijakan Pemerintah Daerah dalam upaya menertibkan penggunaan dan pemakaian bahan bakar minyak (BBM) secara ilegal.
Ia juga menyampaikan bahwa kehadirannya dalam rapat koordinasi evakuasi ini sebagai bentuk komitmen TNI dalam mendukung upaya penertiban tersebut. Ucap Peltu Edi. K.
Peltu Edi juga berharap dengan adanya rakor ini dapat dihasilkan langkah-langkah strategis yang efektif untuk menangani masalah penggunaan dan pemakaian BBM secara ilegal di wilayah kabupaten Berau ini. Pungkasnya.

