Dandim 0913/PPU Terima Kunjungan Kerja Menteri Kehutanan RI serta Kepala BNPB di Ibukota Nusantara (IKN)

Militer14 Dilihat

PENAJAM (http://korem091tniad.com/kodim0913/),- Komandan Kodim 0913/PPU Letkol Inf Fandy Satria Dwi Wahyuono, S.Hub.,Int pada Senin (14/9) menerima kunjungan kerja Menteri Kehutanan RI serta Kepala BNPB di IKN serta Rapat Teknis Pengendalian Karhutla yang berlokasi di Area Bukit Tengkorak Desa Sukomulyo dan Bendungan Sepaku Semoi Desa Tengin Baru Kec. Sepaku Kab. PPU.Selasa (15/9/2026)

  

Basuki Hadimuljono Kepala Otorita IKN menyampaikan Mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan mendukung upaya penanggulangan Karhutla di wilayah IKN,Sebelumnya telah dilakukan peninjauan langsung ke lokasi Karhutla terbesar di wilayah IKN, yaitu di kawasan Bukit Tengkorak dengan jumlah titik hotspot 234, 195 titik di Tahura dan 39 titik di APL, serta 19 Kejadian Kebakaran, dimana 9 titik di Tahura dan 10 titik di APL, Total luas lahan kurang lebih 463,91 ha.

Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni, S.E., M.A dalam kesempatannya menyampaikan, Menindaklanjuti arahan Presiden RI, diharapkan tidak terdapat titik api yang mencapai pusat IKN. Selain itu, jumlah hotspot di wilayah Kaltim diharapkan terus menurun dan dapat menjadi percontohan seperti Prov. Riau yang pada saat ini dilaporkan telah mencapai 0 hotspot.

Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M menyampaikan,” BNPB terus mengikuti dan melakukan pendataan terhadap seluruh wilayah yang mengalami kebakaran, termasuk di Prov. Kaltim. Berdasarkan data BNPB, luas lahan terbakar di Kaltim tercatat sekitar 712,94 ha, sudah di padamkan seluas 392,99 ha dan masih perlu di padamkan 319,95 h.

Evaluasi penanganan Karhutla perlu dilakukan secara berkala sebagai bahan perbaikan langkah penanggulangan,Diharapkan Prov. Kaltim dapat segera terbebas dari Karhutla. Mengingat Karhutla cenderung terjadi setiap tahun, diperlukan kolaborasi antarlembaga untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan serta segera menetapkan status siaga darurat apabila diperlukan.

Sementara itu,Mayjen TNI Krido Pramono, S.H., M.Si. Pangdam VI/Mulawarman menyampaikan,Kodam VI/Mulawarman menerapkan 3 fase penanganan Karhutla, yaitu fase pertama berupa pembentukan posko terpadu, edukasi masyarakat hingga tingkat desa serta pelaksanaan mitigasi; fase kedua berupa pemadaman Karhutla, evakuasi warga terdampak; dan fase ketiga pasca karhutla yaitu evaluasi penanganan.

Dan Kodam VI/Mulawarman menyiagakan sekitar 5.000 personel yang tersebar di wilayah Kaltim, didukung 27 unit truk pemadam, 14 unit mobil patroli, ambulans serta berbagai peralatan pendukung lainnya. (Her/pendim)