Cinta Alam dan Bekantan, Babinsa Tanjung Tengah Turut Serta Tanam Mangrove oleh Yayasan Pakisbaja

Militer43 Dilihat

Penajam (http://korem091tniad.com/kodim0913/),-Babinsa Kelurahan Tanjung Tengah Koramil 01/Penajam Kodim 0913/PPU Sertu Heri Bersama Yayasan Pakisbaja pada Sabtu (17/10) melaksanakan penanaman mangrove dengan Tema” Sungai Tunan Green” dengan jumlah 330 bibit yang bertempat di Sungai Tunan Green Corridor Save Bekantan II . Jln Pelampang RT 06 Kelurahan Tanjung Tengah Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara,Minggu (18/10/2026)

Eric selaku pembina YPBN menyampaikan, kegiatan yang rutin yang sudah beberapa kali kita laksanakan di tempat ini yang merupakan salah satu bentuk kecintaan kita terhadap hewan jenis bekantan yang semakin lama semakin punah yang disebabkan oleh manusia karena di tembak, oleh karena itu mari kita menjaga sehingga tidak punah bekantan yang ada Kabupaten Penajam Paser Utara ini .

“Jadi hari ini kita akan melaksanakan penanaman mangrove dengan jenis Prepak, Api-api dan Prangat itu bukan sembarang tanam mangrove akan tetapi tanam tanaman pakan dan rumah bekantan sehingga kita perlu menanam pohon tersebut,dengan tujuan Sebagai sumber pakan utama bekantan, karena bekantan itu perutnya buncit, makannya daun muda, tunas, buah mentah, dan biji. Dia gak bisa makan daun sembarangan.Daun muda Api-api dan Prepak itu makanan favorit nomor 1 Tinggi serat tapi bisa dicerna sama bakteri di perut bekantan.Buah Prangat dan buah Prepak jadi cemilan saat musim buah,’ujarnya.

Sementara itu, Lurah Tanjung Tengah Azis Wanto menambahkan, Ucapan terima kasih kepada Yayasan Pakisbaja yang sudah menjadi promotor dalam kegiatan ini termasuk juga Ketua RT 06  Wantono yang sekaligus sebagai Kelompok Sadar Wisata yang ada di Kelurahan Tanjung Tengah yang sangat aktif dalam lindungan hidup terutama penanaman mangrove di wilayah pesisir.

“Harapan kami semoga apa yang kita laksanakan pada hari ini bisa membantu sehingga hewan bekantan yang ada di Wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara tidak punah karena ini merupakan salah satu objek wisata kita yang sering lakukan sisir sungai tunan untuk melihat bekantan,”ungkapnya.

Babinsa Sertu Heri yang ikut dalam kegiatan tersebut juga menambahkan bahwa, bekantan memiliki tubuh berbulu cokelat kemerahan dengan bagian wajah berwarna kemerahan, serta perut yang tampak buncit akibat sistem pencernaan kompleks untuk mengurai dedaunan.
Satwa ini digolongkan sebagai primata arboreal, artinya sebagian besar aktivitasnya dilakukan di atas pohon. Walaupun begitu, bekantan juga sangat akrab dengan lingkungan perairan dan menjadi salah satu primata yang pandai berenang di antara satwa primata lainnya.(her/pendim)