Kodim 0912/Kubar dan Kiprahnya Melayani Sampai ke Ujung Negeri

Tak terasa sudah 14 tahun Komando Distrik Militer (Kodim) 0912 Kutai Barat berdiri di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.

Memperingati hari jadinya ini, anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari berbagai satuan dan Koramil menggelar acara syukuran dan silaturahmi dengan berbagai elemen di Markas Kodim, Jalan Sendawar Raya, Kelurahan Barong Tongkok, Kota Sendawar, Selasa (14/2/2023).

Silaturahmi ini turut dihadiri jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) di lingkungan Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu. Mulai dari Kapolres Kubar, Kepala Kejaksaan, Ketua Pengadilan Negeri, Pejabat Pemkab Kubar hingga tokoh masyarakat.

“Sebenarnya ini suatu hal yang besar bagi kita karena peringatan hari ulang tahun Kodim ke-14 tahun ini kita selenggarakan agak meriah, karena 2 tahun lalu kita nggak bisa ngapa-ngapain dalam masa covid,” ucap Dandim 0912/Kbr Letkol Kavaleri Yudhi Prasetyo Purnomo.

Acara silaturahmi dan syukuran ini juga diwarnai berbagai kegiatan. Seperti jalan santai, senam kesegaran jasmani hingga pertandingan bola voly.

KIPRAH KODIM KUTAI BARAT YANG MASIH MELAYANI DUA KABUPATEN HINGGA PERBATSAN RI-MALAYSIA

14 Tahun berdiri memang terbilang muda bagi satuan TNI setingkat kabupaten ini. Namun justru Kodim 0912/Kubar mampu mengemban tugas negara yang tidak kalah strategis dengan Kodim lain di kota-kota besar.

Pasalnya Kodim yang resmi berdiri sejak 10 Februari 2009 ini masih melayani dua kabupaten sekaligus. Yakni kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu. Termasuk wilayah perbatasan Negara RI-Malaysia di kecamatan Long Apari, Mahulu.

Beban ini bertambah berat lantaran, jumlah personil juga masih terbatas.

“Saya juga merasakan bahwa beban tugas kita masih luar biasa, tantangan tugasnya masih sangat banyak karena kita masih menaungi 2 Kabupaten,” ujar Dandim 0912/Kubar Letkol Kavaleri Yudhi Prasetyo Purnomo.

Tentara kelahiran Yogyakarta tanggal 18 Januari 1981 ini, mengungkapkan, kekurangan personil bukanlah masalah besar baginya. Sebab prajurit TNI memang dilatih untuk siap melaksanakan tugas negara dimanapun, meski dengan berbagai keterbatasan.

“Menurut saya (kekurangan personil) tidak menjadikan suatu kendala bagi saya karena saya punya perangkat sampai dengan Mahulu, saya punya 13 Koramil mulai dari Koramil 01 di Long Apari sampai Koramil 13 di Barong Tongkok. Semuanya siap melaksanakan tugas dengan baik,” kata Yudhi yang menjabat Dandim ke-9 di Kutai Barat ini.

Lulusan Akmil Tahun 2002 itu menyebut, idealnya Kodim Kubar memiliki 450 personil. Namun yang ada saat ini baru sekitar 240 orang atau sekitar 51% dari kekuatan yang diperlukan.

Namun lagi-lagi pria yang mengawali karir militer sebagai Perwira Danramil 1708-01 Biak di bawah Kodam XVII/Cendrawasih Papua ini tidak mau banyak mengeluh.

Dia tetap memaksimalkan personal yang ada dengan rotasi tugas sesuai keperluan di lapangan. Yudhi punya prinsip, seorang prajurit TNI bisa bekerja maksimal asal Komandan bisa memanfaatkan potensi mereka.

“Kita sudah berusaha untuk mengajukan penambahan tapi sebelum itu terjadi, kita optimalkan yang ada. Jadi prinsip kerja saya, kuantitas boleh kurang tapi kualitas harus bertambah. Artinya meskipun secara kuantitas itu berkurang tetapi mampu melaksanakan tugas dua kali lipat,” imbuh bekas Komandan Detasemen Kavaleri-2 Beruang Cakti Kodam XII/Tanjungpura tersebut.

Letkol Yudhi mencontohkan, seorang Babinsa atau Badan Pembina Desa bisa melaksanakan tugas lebih dari satu desa.

Mereka juga dituntut selalu hadir di tengah warga secara langsung dan berbagi ilmu pengetahuan kepada masyarakat.

“Misalnya seorang Babinsa dia bisa mengajari masyarakat bercocok tanam, mengajari anak sekolah, mengajari ibu-ibu membuat kain dan lain sebagainya. Jadi meskipun hanya satu orang tapi dia punya kapabilitas melebihi dari kekuatan dua atau tiga orang, itu yang kita harapkan,” ungkap Yudhi yang pernah menempuh Pendidikan lanjutan Perwira (Diklapa II) di Thailand tahun 2012.

Komandan Kodim 0912/Kubar Letkol Kav Yudhi Prasetyo Purnomo S.Sos, M.I.Pol. Foto: Humas Kodim

Yudhi tak menampik, luas wilayah dan topografi di kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu tergolong masih sulit dari sisi infrastruktur jalan maupun sarana penerbangan.

Untuk ke wilayah perbatasan misalnya, Personil TNI harus menempuh perjalanan berhari-hari dengan medan yang sulit dan melewati riam-riam ganas di sungai Mahakam, lantaran belum ada jalan darat yang tembus ke sana.

Belum lagi jika harus ditugaskan mengirim bantuan kemanusiaan, operasi penyelamatan, operasi pengamanan perbatasan maupun operasi-operasi lain yang mewajibkan personil harus hadir di lapangan.

Mengatasi hal itu, TNI kata Yudhi selalu berkoordinasi dengan Kepolisian, Pemerintah daerah maupun tokoh masyarakat.

Dia juga bersyukur, kabupaten Mahakam Ulu sudah memiliki Polres sendiri, sehingga lebih mudah berkoordinasi untuk kegiatan operasi di wilayah perbatasan.

“Di Mahulu juga sekarang sudah berdiri Polres, saya juga punya tambahan kekuatan, dukungan pembinaan wilayah untuk menjaga stabilitas keamanan. Artinya saya dibantu dua Polres di sini (Kutai Barat), kemudian personil TNI saya berusaha tata dan lengkapi untuk mengisi tempat-tempat yang memang membutuhkan personil yang lebih banyak,” kata pria 43 tahun ini.

Menurut Yudhi, pengamanan kedaulatan negara serta menjaga ketertiban dan stabilitas keamanan masyarakat jadi tugas utama yang dititipberatkan di pundah korps militer.

Sehingga sinergi antara TNI-Polri, pemerintah maupun tokoh masyarakat tidak bisa sekedar formalitas. Tetapi benar-benar dilakukan oleh setiap anggota di lapangan.

“Intinya untuk mewujudkan pertahanan dan keamanan yang baik dan solid,” terang pria yang pernah mendapat Penugasan Danramil di wilayah konflik dan perbatasan Papua Kodam XVII/ Cenderawasih, (2003-2004) tersebut.

Selain tugas pertahanan negara di bidang militer, TNI kata Yudhi juga punya tanggung jawab dalam operasi selain perang, sebagaimana amanat Undang-Undang TNI Nomor 34 Tahun 2004.

“Ada 14 tugas, salah satunya adalah membantu kepolisian dan pemerintah daerah. Jadi apa yang kita lakukan di Kodim tentu titik beratnya adalah bagaimana mensuport kegiatan pemerintah daerah kabupaten Kutai Barat dan Mahulu.

“Paling penting yang ingin kita lakukan adalah mensuport pemerintah daerah dalam mensejahterakan masyarakat, meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” sambungnya.

Selain itu TNI juga memiliki tugas lain seperti kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), yang tahun ini sudah memasuki edisi ke-116.

Dalam TMMD, Korps Tentara juga ikut membantu pemerintah dan masyarakat mengerjakan berbagai kegiatan fisik maupun non fisik.

Tahun ini misalnya, Kodim Kubar akan menggelar TMMD di kampung Long Laham kecamatan Laham kabupaten Mahakam Ulu.

Rencananya ada kegiatan pembangunan semenisasi jalan dan beberapa fasilitas lainnya. Kemudian ada kegiatan penyuluhan kesehatan, narkoba, penyuluhan pertanian hingga bela negara.

Tak sampai di situ, Kodim 0912/Kubar juga ikut membantu pemerintah mendistribusikan bantuan dalam upaya menekan angka gagal tumbuh pada anak alias stunting.

“Kemudian kita juga melakukan kegiatan konkrit untuk membantu menekan angka inflasi, kita melakukan operasi pasar setiap hari sesuai arahan bapak Presiden pada saat Rakernas kemarin di Jakarta,” tukas tentara yang pernah tergabung dalam misi Perdamaian Satgas Konga UNIFIL XXIII-A Lebanon tahun 2006-2007 ini.

Kesuksesan Kodim 0912/Kubar yang menjaga stabilitas keamanan di Kutai Barat dan Mahakam Ulu ini berbuah apresiasi dan penghargaan dari Pangdam VI/Mulawarman.

Tidak hanya Dandim, sejumlah anggota yang dinilai berkontribusi mencerdaskan bangsa maupun menumpas kejahatan ikut diganjar penghargaan.

Terbaru Dandim Kubar menerima piagam penghargaan dari Pangdam VI/Mulawarman atas keberhasilan anggotanya di Kabupaten Mahakam Ulu yang ikut menangkap pengedar narkoba di wilayah perbatasan.

“Bapak KASAD (Kepala Staf Angkatan Darat) menyampaikan perintah harian bahwa TNI harus meningkatkan sinergitas dengan kepolisian dan pemerintah dalam rangka mendukung program pemerintah daerah. Salah satunya adalah memerangi narkoba, jadi saya menjabarkan hal tersebut dalam berbagai hal. Jadi ini suatu hal yang luar biasa. Dan sebenarnya ini juga harapan dari pemerintah daerah Mahulu, pengennya terbebas dari narkoba,” tuturnya.

Tentara yang pernah bertugas dan mengikuti kursus Komandan Batalyon (Sus Danyon) di Jerman tahun 2018 ini berharap, di usia Kodim 0912/Kubar yang ke-14 ini, TNI makin dicintai rakyat.

“Harapan saya Kodim bisa lebih professional, lebih mengabdi kepada masyarakat dan Kodim bisa lebih dicintai oleh rakyat.

“Kemudian tentunya tujuan akhirnya adalah kita bisa mengajak semua pihak untuk menciptakan kedamaian, stabilitas keamanan di Kabupaten Kutai Barat dan Mahulu,” ungkapnya.

Yang tidak kalah penting, Yudhi berpesan kepada masyarakat Kubar dan Mahulu untuk merawat persatuan dan kesatuan terutama menjelang pesta demokrasi Pemilu serentak 2024.

“Ingat bahwa agenda kita yang terdekat adalah pemilihan kepala desa 99 Kampung atau Kepala Desa di Kutai Barat. Harapan jangka pendeknya itu tentunya bisa berjalan lancar. Agenda berikutnya Pilkada dan Pilpres 2024.

“Harapan kita tidak ada lagi konflik-konflik yang berpotensi kepada perpecahan, sehingga semuanya bisa damai, bisa hidup sejahtera, anak-anak kita bisa mencapai cita-citanya, generasi penerus kita semakin baik kualitas sumber daya manusianya. Itu yang paling saya harapkan,” pungkasnya.

Diketahui kabupaten Kutai Barat memiliki 16 kecamatan dengan 194 desa kelurahan. Sedangkan kabupaten Mahakam Ulu memiliki 5 kecamatan dengan 50 desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *