Tim Penyuluh Karhutla Sesko TNI Tingkatkan Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla di Kutai Timur

Militer12 Dilihat

KUTAI TIMUR – Upaya meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus dilakukan melalui sinergi TNI, pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat, Senin (1/9/2026).

Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan penyuluhan dan sosialisasi penanganan Karhutla yang dilaksanakan di Posko Terpadu Penanganan Karhutla Kodim 0909/KTM, Kabupaten Kutai Timur, yang dipimpin oleh Staf Khusus Kasad Brigjen TNI Dr. Ateng Karsoma, S.H., M.Kn.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Tim Dik Reg Sesko TNI dalam rangka meningkatkan pemahaman, kesiapsiagaan, mitigasi, deteksi dini, serta koordinasi dalam menghadapi potensi Karhutla.

Tim pendamping Dik Reg Sesko TNI di antaranya Brigjen TNI Amir Kasman, S.E., M.M., M.Han., selaku Dan Korsis Sesko TNI; Brigjen TNI Dr. Ateng Karsoma, S.H., M.Kn.; Kol Sus Jerry Krisdianto; Kolonel Laut (E) Wiedo Ananto, S.T., M.Si., M.Tr.Opsla., M.Han.; Kolonel Laut (E) Junaedi, S.T., CFrA.; Mayor Cke Tatang Endriawan; Mayor Cke Nurkholis; dan Kapten CKE Hendi.

Sementara itu, peserta Dik Reg Sesko TNI terdiri dari Kolonel Inf Imir Faishal, S.Sos., M.I.Pol.; Kolonel Arh Choirul Huda, M.I.Pol., M.Tr.(Han); Kolonel Laut (P) Shodikin, M.Tr.Opsla.; serta Kolonel Laut (P) Agus Supriyo, S.E., M.Tr.Hanla., M.M., M.Tr.Opsla.

Penyuluhan di Kecamatan Bengalon

Selain kegiatan di Posko Terpadu Penanganan Karhutla, Tim Dik Reg Sesko TNI juga melaksanakan kegiatan penyuluhan dan sosialisasi di Kecamatan Bengalon.

Kedatangan rombongan disambut oleh Danyon TP 897/RC Letkol Inf Taufan Hendryanto Siswoyo, S.ST., Han.; Danramil 0909-06/Bengalon Kapten Inf Sanjani Lumban Toruan; Dan Posmar AL Sangatta Kapten Laut Triono; Camat Bengalon Muhammad Harun Al Rasyid; para kepala desa; tokoh masyarakat; manajemen PT KIN; serta masyarakat.

Dalam sambutannya, perwakilan manajemen PT KIN menyampaikan bahwa Karhutla merupakan persoalan serius yang harus dicegah secara bersama-sama. Kondisi musim kemarau dan cuaca ekstrem dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran yang berdampak terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, maupun aktivitas ekonomi.

Karena itu, diperlukan peningkatan deteksi dini, kesiapsiagaan, komunikasi, dan koordinasi antara perusahaan, pemerintah, aparat keamanan, serta masyarakat.

Sementara itu, Camat Bengalon Muhammad Harun Al Rasyid menyampaikan bahwa wilayah Bengalon perlu mendapat perhatian dalam penanganan Karhutla. Ia juga menekankan pentingnya verifikasi lapangan terhadap titik panas yang terdeteksi, khususnya di kawasan pertambangan, karena tidak seluruh hotspot dapat dipastikan sebagai kebakaran hutan dan lahan.

Camat Bengalon berharap seluruh perusahaan yang berada di wilayah Kecamatan Bengalon dapat berperan aktif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla melalui dukungan personel, peralatan, maupun dukungan lainnya.

BPBD Dorong Peningkatan Kesiapsiagaan

Kepala BPBD Kutai Timur Dr. Hj. Sulastin, S.Sos., M.Kes., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, Masyarakat Peduli Api (MPA), perusahaan, dan seluruh unsur terkait dalam menghadapi Karhutla.

Menurutnya, potensi titik panas perlu mendapat perhatian serius. Pemantauan harus dilakukan dengan menggunakan data yang akurat sebagai dasar dalam menentukan langkah penanganan.

BPBD juga mengapresiasi dukungan PT KIN dan perusahaan lainnya yang selama ini turut membantu penanganan Karhutla, baik melalui personel, peralatan, maupun dukungan lainnya.

“MPA dan relawan merupakan ujung tombak di lapangan. Karena itu, kemampuan, peralatan, dan kesiapsiagaan mereka perlu terus ditingkatkan,” ujarnya.

Brigjen TNI Ateng: Mitigasi dan Pencegahan Harus Diperkuat

Dalam penyampaiannya, Brigjen TNI Dr. Ateng Karsoma, S.H., M.Kn., menegaskan bahwa menghadapi kondisi cuaca yang semakin ekstrem, upaya mitigasi dan pencegahan harus menjadi perhatian utama.

Menurutnya, aparat dan masyarakat pada dasarnya telah memiliki pengalaman dalam penanganan kebakaran. Namun, hal yang lebih penting adalah memperkuat langkah pencegahan agar kejadian Karhutla tidak terus berulang.

Brigjen TNI Ateng juga menekankan pentingnya keakuratan data dan informasi. Setiap titik panas yang terdeteksi belum tentu merupakan kebakaran hutan dan lahan.

“Di wilayah pertambangan, misalnya, peningkatan suhu pada material batubara dapat terdeteksi sebagai hotspot. Karena itu, perlu dilakukan verifikasi di lapangan agar penanganannya tepat,” jelasnya.

Ia mengajak seluruh unsur, mulai dari BPBD, perusahaan, masyarakat, TNI-Polri, hingga pemerintah daerah, untuk menyatukan informasi dan meningkatkan koordinasi sehingga penanganan Karhutla dapat dilakukan secara cepat dan efektif.

Sesko TNI: Jangan Lengah

Dan Korsis Sesko TNI Brigjen TNI Amir Kasman, S.E., M.M., M.Han., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan pimpinan dalam menyikapi meningkatnya kejadian Karhutla di sejumlah wilayah Indonesia.

Ia menyebut kondisi di Kalimantan Timur, khususnya Kabupaten Kutai Timur, masih relatif terkendali. Namun demikian, seluruh pihak tidak boleh lengah karena kondisi cuaca dapat berubah dengan cepat.

Menurutnya, pengalaman daerah lain yang mengalami kebakaran besar harus menjadi pembelajaran bersama. Dampak Karhutla tidak hanya terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat dan berbagai aktivitas kehidupan.

“Karena itu, mencegah lebih baik daripada menanggulangi. Mari kita tingkatkan mitigasi, deteksi dini, kesiapsiagaan, dan pelaporan cepat,” pesannya.

Ia menegaskan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama seluruh pihak, mulai dari masyarakat, perusahaan, TNI-Polri, pemerintah, BPBD, MPA, hingga relawan.

“Apabila terjadi kebakaran, kecepatan informasi dan tindakan sangat menentukan agar api tidak semakin meluas. Mari kita jaga lingkungan untuk kepentingan kita, anak-anak kita, dan generasi yang akan datang,” pungkasnya.

Melalui kegiatan penyuluhan tersebut, diharapkan terbangun kesamaan persepsi serta semakin kuatnya sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam melakukan pencegahan, deteksi dini, dan penanganan Karhutla di wilayah Kabupaten Kutai Timur sehingga potensi kebakaran dapat diminimalkan dan lingkungan tetap aman serta bebas dari asap Karhutla.(0909).