Sesko TNI Gelar Penyuluhan Penanggulangan Karhutla Di Kutai Timur

Militer20 Dilihat

KUTAI TIMUR – Rombongan Dik Reg Siswa Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Sesko TNI) melaksanakan kegiatan penyuluhan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Kutai Timur, Senin (31/8/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin Brigjen TNI Dr. Ateng Karsoma, S.H., M.Kn., bersama rombongan yang terdiri atas Mayor Cke Tatang Endriawan, Mayor Cke Nurkholis, dan Kapten Cke Hemdi.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir peserta Dik Reg Sesko TNI, yakni Kolonel Inf Imir Faishal, S.Sos., M.I.Pol.; Kolonel Inf Gono Santosa; Kol Sus Jerry Krisdianto; Kolonel Laut (E) Wiedo Ananto, S.T., M.Si., M.Tr.Opsla., M.Han.; Kolonel Arh Choirul Huda, M.I.Pol., M.Tr.(Han); Kolonel Laut (E) Junaedi, S.T., CFrA.; Kolonel Laut (P) Shodikin, M.Tr.Opsla.; serta Kolonel Laut (P) Agus Supriyo, S.E., M.Tr.Hanla., M.M., M.Tr.Opsla.

Rombongan didampingi Dandim 0909/KTM Letkol Czi Zaenal Abidin, S.I.P., M.I.P.; Danlanal Sangatta Letkol Laut (P) Yahya Yunarko, S.T., M.Tr.Opsla.; Pasintel Kodim 0909/KTM Kapten Inf Eko; dan Pasi Pers Kodim 0909/KTM Kapten Cba Lilik.

Dalam sambutannya, Brigjen TNI Dr. Ateng Karsoma menyampaikan bahwa kehadiran rombongan merupakan bagian dari tugas yang diberikan pimpinan TNI, khususnya dalam rangka mengantisipasi dan menyikapi perkembangan situasi di wilayah terkait ancaman Karhutla.

“Dari paparan Bapak Dandim tadi, kita sudah mendapatkan gambaran mengenai kondisi wilayah, kendala di lapangan, kesiapan personel, serta upaya yang telah dilakukan dalam menangani Karhutla,” ujarnya.

Menurutnya, para Babinsa dan aparat kewilayahan selama ini telah melaksanakan tugas dengan baik. Namun, melihat perkembangan situasi saat ini, diperlukan penekanan dan sosialisasi kembali kepada masyarakat, khususnya terkait pembukaan lahan dengan cara membakar.

Brigjen TNI Ateng menekankan bahwa penyuluhan kepada masyarakat tidak cukup hanya menyampaikan larangan. Masyarakat juga perlu diberikan pemahaman mengenai alasan, dampak, serta solusi yang dapat dilakukan dalam membuka lahan secara aman.

“Kita pahami bahwa masyarakat memilih cara membakar karena dianggap lebih murah dan cepat. Namun, mereka juga perlu memahami bahwa apabila api tidak terkendali, dapat merembet dan menyebabkan Karhutla dengan dampak yang lebih luas,” jelasnya.

Ia juga meminta agar aparat memberikan pemahaman dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami masyarakat, sekaligus menawarkan alternatif pembukaan lahan yang lebih aman dan sesuai dengan ketentuan.

Terkait pelaksanaan penyuluhan, Brigjen TNI Ateng berharap sasaran kegiatan dapat ditentukan secara tepat sehingga pelaksanaannya efektif dan efisien. Menurutnya, kegiatan tidak harus selalu dilaksanakan secara formal dengan mengumpulkan masyarakat, tetapi dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

“Termasuk mendatangi kelompok masyarakat secara langsung dengan berkoordinasi bersama Babinsa dan aparat kewilayahan,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya optimalisasi posko yang telah tersedia di wilayah sebagai sarana koordinasi dan pemantauan. Dengan koordinasi yang baik, setiap perkembangan terkait Karhutla diharapkan dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti.

Setelah penyampaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama dan pelaksanaan penyuluhan penanggulangan Karhutla kepada masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan sinergi antara TNI, aparat kewilayahan, dan masyarakat semakin kuat dalam mencegah terjadinya Karhutla, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membuka lahan dengan cara yang aman dan tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan.(0909).