Tim Penyuluh Mabes TNI dan Pasis Sesko TNI Gencarkan Penyuluhan Pencegahan Karhutla di Santan Ilir

Militer69 Dilihat

Marangkayu – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat TNI melalui edukasi kepada masyarakat. Tim Penyuluh Karhutla dari Markas Besar TNI bersama Pasis Dikreg LVI Sesko TNI menggelar sosialisasi dan penyuluhan pencegahan Karhutla di Kantor Desa Santan Ilir, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Jumat (4/9/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 60 peserta tersebut dihadiri Dandim 0908/Bontang Letkol Inf Ardiansyah, S.Sos., M.Si., Kasdim 0908/Bontang, Mayor Arh Asep Supriyatna, Danramil 0908-04/Marangkayu Kapten Kav Muttaqin, Kepala Desa Santan Ilir Mursalim, perwakilan Kecamatan Marangkayu, Relawan Damkar, para Ketua RT, serta masyarakat Desa Santan Ilir.

Ketua Tim Penyuluhan Karhutla Sesko TNI Kolonel Inf Toni Sri Hartanto, S.A.P., M.Hub.Int., menegaskan bahwa penyuluhan tersebut bukan sekadar memberikan pengetahuan, tetapi membangun kesadaran bersama bahwa masyarakat merupakan benteng terdepan dalam mencegah terjadinya Karhutla.

“Pencegahan jauh lebih mudah dan murah daripada memadamkan. Api besar selalu bermula dari percikan kecil yang apabila tidak segera ditangani dapat berkembang menjadi kebakaran besar,” tegasnya.

Dalam paparannya, Kolonel Mar Farick, M.Tr.Opsla., S.H., M.H., menjelaskan bahwa faktor manusia, baik karena kesengajaan maupun kelalaian, menjadi salah satu penyebab utama Karhutla. Pembukaan lahan dengan cara membakar, pembakaran sampah tanpa pengawasan, puntung rokok, hingga api yang tidak benar-benar dipadamkan dapat menjadi pemicu kebakaran.

Dijelaskan pula bahwa Karhutla tidak hanya merusak hutan dan lahan, tetapi juga menimbulkan kabut asap yang berdampak terhadap kesehatan, mengganggu aktivitas masyarakat, merusak ekosistem, serta menimbulkan kerugian ekonomi. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat kondisi cuaca panas dan kering.

Tim penyuluh mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, membersihkan bahan mudah terbakar di sekitar permukiman, membuat sekat pada area rawan, meningkatkan pengawasan, serta segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api. Apabila api masih kecil dan kondisi memungkinkan, masyarakat dapat melakukan pemadaman awal dengan tetap mengutamakan keselamatan.

Kepala Desa Santan Ilir Mursalim menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap sinergi antara TNI, pemerintah desa, relawan pemadam kebakaran, serta masyarakat semakin kuat. Menurutnya, penanganan Karhutla membutuhkan kecepatan dan kepedulian bersama agar api tidak berkembang dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama masyarakat. Melalui penyuluhan tersebut, TNI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat langkah pencegahan Karhutla sekaligus membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga hutan, lahan, lingkungan, dan keselamatan bersama.

(Pendim 0908/Btg)