Tim Penyuluh Karhutla Sesko TNI Dikreg LVI Hadiri Launching Posko Bersama Penanganan Karhutla di Kota Bontang

Militer82 Dilihat

BONTANG – Tim Penyuluh Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Sesko TNI Dikreg LVI menghadiri Launching Posko Bersama Penanganan Karhutla Kota Bontang Tahun 2026 yang digelar di Pos Damkar Bontang Lestari, Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Bontang dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.OG, Pj. Sekretaris Daerah Kota Bontang Drs. Akhmad Suharto, M.Si., Kapolres Bontang AKBP Anak Agung Gede Wibowo Sitepu, S.I.K., M.H., C.P.M., C.P.L.A., Dandim 0908/Bontang Letkol Inf Ardiansyah, S.Sos., M.Si., Danyon Arhanud 7/ABC Letkol Arh Bayu Adiwisuda, S.Sos., M.Int.Hub., serta unsur TNI, Polri, BPBD, Damkar, pemerintah kecamatan dan kelurahan, perusahaan, dan unsur terkait lainnya.

Kehadiran Tim Penyuluh Karhutla Sesko TNI Dikreg LVI menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dan koordinasi dalam pencegahan serta penanggulangan Karhutla. Tim tersebut dipimpin Ketua Tim Penyuluhan Karhutla Sesko TNI Kolonel Inf Toni Sri Hartanto, S.A.P., M.Hub.Int., bersama sejumlah perwira dan Pasis Dikreg LVI Sesko TNI TA 2026.

Launching Posko Bersama merupakan langkah Pemerintah Kota Bontang dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman Karhutla yang dapat berdampak terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, serta aktivitas sosial dan ekonomi. Posko tersebut difungsikan sebagai pusat koordinasi terpadu dalam upaya pencegahan, pemantauan wilayah rawan, penyampaian informasi awal, hingga respons cepat apabila terjadi kebakaran.

Ketua Tim Penyuluhan Karhutla Sesko TNI Kolonel Inf Toni Sri Hartanto menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bontang atas pembentukan Posko Bersama tersebut. Menurutnya, penanganan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh unsur secara terpadu, sehingga koordinasi dan kecepatan bertindak menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran berkembang lebih luas.

“Posko ini bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi menjadi pusat komando, koordinasi dan sinergi terpadu, mulai dari pencegahan dini, pemantauan titik rawan hingga respons cepat,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Bontang dr. Hj. Neni Moerniaeni menegaskan bahwa penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan sinergi seluruh unsur. Ia mengajak TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, Damkar, perusahaan dan masyarakat untuk terus memperkuat koordinasi serta mengedepankan langkah pencegahan.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilaksanakan penyematan tanda pita kepada Posko Terpadu, penyerahan bantuan secara simbolis dari perwakilan PT Pupuk Kaltim kepada Wali Kota Bontang, sesi foto bersama, serta peninjauan fasilitas dan sarana prasarana Posko Bersama.

Melalui kehadiran Tim Penyuluh Karhutla Sesko TNI Dikreg LVI bersama unsur pemerintah daerah dan seluruh komponen terkait, diharapkan sinergi penanganan Karhutla di Kota Bontang semakin kuat. Masyarakat juga diimbau berperan aktif dengan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau potensi kebakaran, sehingga dapat ditangani secara cepat sebelum meluas.

(Pendim 0908/Btg)