Bontang – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus digelorakan TNI dengan menggandeng masyarakat sebagai garda terdepan. Tim Penyuluh Bencana Karhutla Markas Besar TNI bersama Pasis Dikreg LVI Sesko TNI TA 2026 menyambangi warga di Sekretariat Ikatan Keluarga Besar Nusa Tenggara Timur (SIKBNTT), Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat, Kota Bontang, Sabtu (5/9/2026).
Kehadiran Tim Penyuluh Karhutla tersebut menjadi bagian dari langkah preventif TNI untuk membangun kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman Karhutla, khususnya di tengah kondisi cuaca panas dan kemarau yang meningkatkan kerawanan terjadinya kebakaran. Sekitar 40 warga, tokoh masyarakat, Ketua RT, relawan pemadam kebakaran serta unsur kewilayahan turut mengikuti kegiatan tersebut.
Ketua Tim Penyuluhan Karhutla Sesko TNI, Kolonel Inf Toni Sri Hartanto, S.A.P., M.Hub.Int., menegaskan bahwa pencegahan Karhutla tidak cukup hanya mengandalkan aparat, tetapi membutuhkan kepedulian dan keterlibatan aktif masyarakat. Menurutnya, api yang terlihat kecil dapat berkembang menjadi kebakaran besar apabila tidak segera dicegah dan ditangani.
“Keberhasilan pencegahan Karhutla tidak pernah lepas dari kesadaran masyarakat itu sendiri. Api besar selalu bermula dari percikan kecil,” tegasnya.

Materi penyuluhan yang disampaikan Kolonel Mar Farick, M.Tr.Opsla., S.H., M.H., mengupas berbagai penyebab dan dampak Karhutla, mulai dari pembukaan lahan dengan cara membakar, pembakaran sampah yang tidak terkendali, puntung rokok, hingga kelalaian dalam menggunakan api di kawasan yang rawan terbakar.
Tidak hanya berdampak terhadap kerusakan hutan dan lahan, Karhutla juga dapat menimbulkan kabut asap yang mengancam kesehatan, mengganggu aktivitas masyarakat, menurunkan kualitas udara, merusak habitat satwa, hingga menimbulkan kerugian ekonomi. Karena itu, masyarakat didorong untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan meningkatkan pengawasan terhadap lingkungan sekitar.
Tim Penyuluh juga memberikan pemahaman mengenai langkah yang harus dilakukan apabila masyarakat menemukan titik api. Warga diminta segera melaporkan kejadian kepada aparat, pemerintah kelurahan maupun pemadam kebakaran dengan memberikan informasi lokasi secara jelas. Jika kondisi masih memungkinkan dan aman, pemadaman awal dapat dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan.
Selain memberikan edukasi, kegiatan tersebut juga diwarnai pembagian sembako kepada warga Kelurahan Gunung Telihan. Bantuan tersebut menjadi wujud kepedulian dan kedekatan TNI dengan masyarakat sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menjaga lingkungan.
Melalui penyuluhan ini, TNI mendorong terbentuknya kesadaran kolektif bahwa mencegah Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi antara TNI, pemerintah, relawan dan masyarakat menjadi kekuatan penting untuk mendeteksi potensi kebakaran sejak dini, merespons secara cepat dan mencegah api meluas.
Dari Gunung Telihan, pesan pencegahan itu kembali ditegaskan: jangan menunggu api membesar untuk bertindak. Cegah sejak percikan pertama, jaga lingkungan, dan selamatkan kehidupan.
(Pendim 0908/Btg)





