PENDIM 0902/BRU – Masyarakat Kampung Talisayan menggelar tradisi budaya tolak bala Buang Naas. Prosesi adat turun temurun masyarakat di pesisir selatan Bumi Batiwakkal, Kabupaten Berau ini, dihadiri Komandan Koramil (Danramil) 07/Talisayan Kodim 0902/Berau, Lettu Inf Faisol, Rabu (21/8/2025).
Wakil Bupati Berau, H. Gamalis, S.E., bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait lainnya turut hadir dalam acara Bahari “Tulak Bala” Buang Naas yang di gelar di Areal Pendopo Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau.
Prosesi adat budaya tolak bala buang naas dilakukan dengan melakukan penyiraman air linjuang kepada anak anak yang telah mengenakan kain berwarna kuning. Air linjuang adalah air yang telah disiapkan didoakan oleh tetua adat Kampung Talisayan. Prosesi ini diawali oleh ketua adat dan dilanjutkan oleh Wakil Bupati Berau, Camat Talisayan, dan Danramil 0902-07/Talisayan beserta undangan yang hadir. Prosesi adat ini dilakukan disetiap hari rabu terakhir di bulan safar tahun hijriah.
Wakil Bupati Berau, H. Gamalis, S.E., menyambut baik dan mengapresiasi pemerintah kampung Talisayan bersama masyarakat yang secara konsisten melaksanakan prosesi adat budaya ini secara turun temurun. Kegiatan ini sebagai bagian dari pelestarian warisan pendahulu, dengan memaknai tolak bala dengan harapan selalu dijauhkan dari bahaya dan selalu mendapat perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa. “Sesuai dengan tema dari prosesi ini dimaknai sebagai kumpulan nilai, pengetahuan, kepercayaan, aktivitas dan prilaku masyarakat yang hidup berdampingan dengan laut,” ungkap Gamalis.
Talisayan sebagai salah satu destinasi wisata di pesisir selatan dikatakannya memiliki banyak potensi pariwisata. Salah satu pelestarian kebudayaan seperti tolak bala buang naas ini. Untuk itu Gamalis menaruh harapan kegiatan ini dapat dikemas lebih baik lagi, sehingga menjadi daya tarik pariwisata disamping juga sebagai bagian pelestarian budaya bahari. “Pelestarian budaya turun temurun ini, selain mempertahankan warisan pendahulu, juga menjadi daya tarik pariwisata di Talisayan,” Pungkasnya.
Sementara itu Danramil 0902-07/Talisayan Lettu Inf Faisol mengatakan, “Saya pribadi dan seluruh jajaran Koramil Talisayan sangat menyambut baik kegiatan tradisi adat dan kebudayaan yang masih dipertahankan hingga saat ini. Tradisi turun temurun ini merupakan aset daerah dalam menjaga kebudayaan masyarakat di Kampung Talisayan,” Ujarnya.
Danramil juga berharap, tradisi adat yang kini sudah menjadi agenda pemerintah tersebut dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan lebih baik lagi. Sehingga dapat menarik wisatawan lebih luas untuk hadir.
Tidak hanya untuk mempertahankan tradisi para pendahulu, namun prosesi ini akan menjadi bagian promosi pariwisata di pesisir yang juga memiliki berbagai keunggulan dibidang wisata.
“Saat ini tantangan kita cukup besar. Saya sangat apresiasi atas kepedulian semuanya yang telah mempertahankan tradisi ini dan mewariskan kepada anak-anak kita,” pungkas Danramil.









