Berau. Pandemi Covid-19 ini tidak menyurutkan semangat Forkopimda dan Dinas instansi terkait di Kabupaten Berau untuk tetap menggelar upacara Hari Kesaktian Pancasila.
Komandan Kodim 0902/Berau Letkol Inf Fardin Wardhana bersama Forkopimda mengikuti Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang dilaksanakan di lapangan terbuka. Kegiatan dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati Berau Jl. APT. Pranoto Kelurahan Gayam Kecamatan Tanjung Redeb Kabupaten Berau, Jumat (01/10/21).
Selain jajaran Forkopimda, sejumlah kepala dinas, kepala bagian dan yang se-eselon turut dalam upacara tersebut dengan protokol kesehatan yang cukup ketat.
Setiap peserta upacara tanpa terkecuali, harus menaati aturan sebelum mengikuti Upacara. Wajib bermasker, jaga jarak dan tes suhu serta memakai disinfektan.
Sehabis upacara, Dandim 0902/Berau, Letkol Inf Fardin Wardhana mengungkapkan, pihaknya memaklumi jika upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2021 ini dilaksanakan tidak seperti biasanya.
Di tengah pandemi ini, pelaksanaan peringatan pun dilakukan dengan protokol kesehatan teramat ketat dengan peserta upacara yang terbatas juga.
Namun, menurutnya, seremonial upacara tetap berjalan dengan khidmat sebagai penjelmaan memaknai Hari Kesaktian Pancasila dan menghargai serta meneladani perjuangan para pejuang yang mempertahankan Pancasila.
“Walaupun peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini pesertanya terbatas, akan tetapi tidak mengurangi sedikitpun rasa cinta dalam memaknai Hari Kesaktian Pancasila, ” ungkapnya.
Sebagai warga negara yang baik, harus menghargai dan memaknai peringatan tersebut dengan tetap mempertahankannya untuk persatuan dan kesatuan bangsa.
Dandim tidak lupa berpesan kepada para pemuda sebagai generasi penerus bangsa, harus dapat menjaga, menerapkan, mengamalkan apa yang menjadi poin-poin yang terkandung dalam Pancasila tersebut.
Menurut Fardin, setiap tahun diperingati, ternyata ada makna dalam sejarah Pancasila tersebut.
Sementara itu, Wakil Bupati Berau, H. Gamalis S.E, mengungkapkan, 1 Oktober merupakan peringatan Hari Kesaktian Pancasila.
Di tengah terpaan pengaruh kekuatan global, menurutnya, semua seharusnya menguatkan dan melengkapi diri agar tidak terjerembab di dalam pengaruh perkembangan zaman.
“Salah satunya adalah dengan menggali kembali nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, ” katanya.
Era modernisasi dan globalisasi merupakan konsekuensi yang harus diterima oleh semua bangsa di dunia, termasuk Indonesia.
Disadari atau tidak, hal tersebut akan berdampak dalam kehidupan bangsa dan negara.
Namun bagi pada sebagian masyarakat yang memiliki tingkat kedewasaan tinggi, globalisasi akan menjadikan mereka lebih kuat rasa nasionalisme dan patriotisme.
“Bahkan, walaupun mereka harus belajar dan bekerja di luar negeri. Mereka tetap memegang teguh Pancasila sebagai ideologi bangsa,” pungkasnya.
Pendim 0902/BRU.