Samarinda- Demostrasi penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di halaman kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Kota Samarinda. Pada hari ini dilakukan oleh ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kaltim Membara, Selasa (6/9/22).
TNI dan Polri Dari Kodim 0901/Smd, Polresta Samarinda, Yonif 611/Awl, Brimob mulai berjaga sejak pagi hari di sekitar kantor kantor Gubernur Kalimantan Timur, guna pengamanan aksi unjuk rasa kenaikan BBM yang dilakukan oleh ratusa mahasiswa, kawat berduri telah disiagakan di pinggir jalan dan kendaraan korps Brimob dari Polda Kaltim.

Dandim 0901/Smd Letkol Arm Novi Herdian, S.H.,M.M bersama Kapolresta Samarinda Kombes Pol. Ary Fadli, S.I.K, M.H., M.Si turun langsung dilapangan guna memantau aksi Demostrasi penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan tujuan untuk menciptakan situasi kondusif selama aksi unjuk rasa berlangsung.
Unras mereka menutup Jalan Gajah Mada, depan Kantor Gubernur Kaltim dan membakar ban. Polisi terpaksa mengalihkan arus lalu lintas. Kemacetan padat terjadi di beberapa titik seputar jalur pengalihan. Saat aksi berlangsung, mahasiswa memaksa masuk ke areal halaman Kantor Gubernur Kaltim.
Polisi menghadang depan pintu gerbang. Aksi saling dorong tak terhindarkan. Namun, kericuhan berhasil diredahkan. Sudah lima jam sejak siang pukul 14.00 Wita, ratusan mahasiswa menduduki Jalan Gajah Mada, mereka menarik besi pengait kawat berduri yang melintang di depan pintu masuk.
Kapolresta dampingi Dandim 0901/Smd menemui Korlap aksi untuk bernegosiasi menyampaikan kepada orator agar tidak berbuat anarkis dalam melaksanakan aksinya, ketegangan pun meredah setelah itu. “Harus satu komando, jangan bertindak anarkis. Kita di sini aksi damai,” kata orator menggunakan pengeras suara.

Humas Aliansi Masyarakat Kaltim Membara, Sayid Ferhat mengatakan, masa aksi menuntut empat poin.
Pertama, mereka meminta ada payung hukum yang jelas terhadap penggunaan BBM bersubsidi.
Kedua, mereka ingin ada evaluasi peran BPH Migas yang bertugas melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap pelaksanaan penyediaan dan pendistribusian BBM bersubsidi.
Ketiga, mereka juga mendesak pemerintah memberantas mafia migas dan tambang batu bara serta meminta pemerintah menjaga stabilitas harga bahan pokok.
Keempat, Menjaga stabilitas harga bahan pokok.
Sekitar pukul 17.00 Wita, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi dengan di damping Dandim 0901/Smd Letkol Arm Novi Herdian dan Kapolresta Samarinda Kombes Pol. Ary Fadli keluar dari kantor Gubernur menemui mahasiswa.
Dihadapan masa aksi, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi mengatakan pihaknya akan menyampaikan tuntutan tersebut ke pemerintah pusat.
Selanjutnya peserta unras Bersama Dandim dan Kapolerta Samarinda melaksanakan sholat Maghrib berjamaah. Dilanjutkan dengan pernyataan sikap oleh narator dan menyanyikan lagu padamu negeri.
Pendim 0901/Smd






